Ranieri Dipecat

Leicester City akhirnya memecat Claudio Ranieri karena hasil buruk di musim ini. Karena hal itu, sepakbola dinilai sudah tak lagi mengenal rasa terima kasih.

Di Liga Inggris musim ini, Leicester berkutat dengan ancaman degradasi. The Foxes ada di posisi 17 klasemen dengan raihan 21 poin, alias hanya satu angka dari Hull City yang ada di posisi zona merah.

Dalam 25 pertandingan Liga Inggris, Leicester baru unggul sebanyak lima kali. Petinggi Leicester yang tak puas dengan hasil akhir ‘Si Rubah’ akhirnya memecat Italiano itu.

Ranieri merupakan manajer yang berjasa saat Leicester menjadi juara Liga Inggris musim lalu. Dia membalikkan prediksi bursa taruhan dengan koefisien 5000-1.

Selang 298 hari kemudian, Ranieri lalu dipecat. Pelatih AS Roma, Luciano Spalletti, mengucapkan simpatinya untuk Ranieri sampai bilang bahwa rasa terima kasih dalam sepakbola sudah tak ada.

“Tak ada rasa terima kasih terhadap Ranieri, dia merupakan orang yang menciptakan tim ini dan ikatan emosionalnya, yang menghasilkan kemenangan gelar juara di musim lalu,” kata Spalletti seperti dilansir oleh freescore7.

“Saat Anda memenangi musim dengan cara ini, andai Anda bersikap logis (soal klub) maka Anda juga harus menerima kemungkinan degradasi. Di antara dua hal (gelar juara dan degradasi), hubungan ini berbeda sangat jauh menjadi juara menjadi lebih penting dalam hal semua sukacita dan hasil akhirnya.”

“Saya bersimpati pada Ranieri, mempertimbangkan dia tinggal di kota kami (Roma), seharusnya dia mempunyai keinginan dan mengunjungi kami, kami akan senang bisa menjumpainya, jadi dia bisa membagikan kepada kami pengalaman yang dimilikinya,” imbuhnya.

SHARE

LEAVE A REPLY