Beri Kelonggaran untuk Piala Presiden

Dunia Bola – Badan Olah tubuh Profesional Indonesia (BOPI) kembali melakukan koordinasi dengan PSSI terkait rekomendasi untuk kompetisi. BOPI akan lebih tegas untuk Liga 1.

Suatu pertemuan antara PSSI dan BOPI untuk membahas visa pemain dan pelatih asing di Piala Presiden sudah berlangsung, Selasa (14/2/2017) kemarin. Hasilnya, BOPI memberi kelonggaran terkait jenis visa yang digunakan.

Pertemuan berlangsung kemarin dihadiri Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2017 Iwan Budianto dan Yeyen Tumena. Sementara BOPI diwakili Sekjennya Heru Nugroho.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu, terdapat kesepakatan antara keduanya bahwa pemain dan pelatih asing diizinkan bermain di Piala Presiden dengan menggunakan visa kunjungan usaha, sebagai pengganti visa kerja.

“Karena turnamen ini hanya berlangsung sekitar 1,5 bulan dan (dalam rangka) menuju kompetisi maka untuk visanya tetap harus ada. Tapi minimal visanya adalah visa kunjungan usaha, bukan visa on arrival,” kata Heru saat dihubungi detikSport pada Rabu (15/2/2017).

“Sebetulnya hampir sama, tetapi paling tidak visa itu untuk menunjukkan bahwa mereka ini bekerja di Indonesia,” tambahnya.

Sebelumnya, Panpel Piala Presiden menjelaskan belum adanya visa kerja para pemain dan pelatih asing lantaran klub masih melakukan proses penyeleksian pemain.

“Karenanya sambil proses, kami juga minta surat jaminan dari PSSI, Artinya, mereka tetap melakukan proses izin tinggal dan visa kunjungan usaha. dan PSSI pun baru akan mensosialisasikannya kepada klub,” kata Heru.

“Kami sudah berkoordinasi dengan imigrasi terkait pertemuan kemarin dan PSSI menjamin itu selama Piala Presiden digelar,” imbuhnya.

Menatap Liga 1 pada Maret mendatang, BOPI sudah memperingatkan PSSI bakal lebih tegas soal rekomendasi.

“Yang paling penting persiapan liga, karena ini kompetisi panjang tidak ada permission bahwa dia harus punya visa kerja. Kami akan minta. Tidak ada yang seperti Piala Presiden. Untuk liga pokoknya kami saklak,” kata Heru.

“Kami tidak akan beri rekomendasi lah. Ini kan jadi ajang yang kami jaga profesionalitasnya,” tegasnya lagi.

“Karenanya, begitu operator sudah ditetapkan dan klubnya sudah dipastikan, tolong segera diproses. Begitupun untuk operator aspek legalnya juga, kemampuan finansial seperti apa,” pungkas dia.

(yd)

SHARE

LEAVE A REPLY